Ayo bergabung bersama kami sekarang !

Isi formulir

Rabu, 18 Januari 2017

DENYUT

Siti fatimah mandini


DENYUT
Karya : Mutiara Dwi Armadi


Sayang,
Aku bukan perempuan yang pandai merangkai kata.
Aku pun bukan perempuan yang pandai merayu manja.
Aku hanya puan yang senang diam.
Puan yang begitu betah dalam senyap.
Menatap jendela berembun setelah hujan.

Sayang,
Inginku menumpahkan ini semua.
Menumpahkan rindu yang mengurung napasku.
Rindu yang pengap dengan aromamu.
Rindu yang kadung mendarah daging.
Mengental lalu menyumbat rongga paruku.

Sayang,
Denyut ku tak sama seperti dulu.
Tak sama kala kita seduduk sebangku.
Tak sama kala kita menatap senja.
Mengabaikan pelangi yang begitu indah.
Mendiamkan angin yang begitu ribut.

Sayang,
Ingin ku karamkan hati ini.
Hati yang begitu ambigu menafsirkan isyarat.
Isyarat kau takkan pulang.
Cepatlah kembali kasih
Sebelum langit runtuh
Sebelum hujan luruh
Sebelum nadiku lumpuh.

-------------------------------------------------------------------
Kirim tulisanmu di Nulis.
Cerpen,  puisi,  artikel atau tulisan lainnya.

Siti fatimah mandini / Author

Mari berkarya bersama Sahabat Menulis Nusantara.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib