Ayo bergabung bersama kami sekarang !

Isi formulir

Minggu, 15 Januari 2017

PEMBALASAN

Sy Tahtra


PEMBALASAN

Suatu hari dikelas Lyra bercerita dengan teman sebangkunya tentang Kakak kelas yang pernah lewat di depan kelas mereka saat Lyra hendak membuang sampah, "Namanya siapa si Cha? Gemes banget gue liatnya."

"Ooh itu Kak Dicky, dia kakak kelas gue pas SMP juga." Jawab Icha. Lyra mengangguk mengerti 'Dicky' pikirnya. Lyra senyum-senyum sendiri dengan pandangan mengarah kedepan, Icha mengerutkan kening melihat tingkah Temannya itu.
"Wooyy, Lyr! Lo kenapa?." Lyra tersadar dari 'Khayalannya. "Gakpapa Cha, kakak itu kelas berapa?" Tanya Lyra kembali.

"Kelas XI Mia 4 kalo gak salah, dia sekelas sama Cemewew gue!." Seru Icha seraya ngikiki-ngikik percis Kuntilanak kejepit. "Cemewew lo?? SIAPA??"
"Kakak Rohis, Aldi." Icha mengedipkan sebelah matanya. "Kak Aldi yang pendek itu." cetuk Lyra berhasil mendapat pukulan dari Icha.

Hari ini Lyra mengetahui Nama Kakak yang berpapasan dengannya beberapa Hari yang lalu. Ketika dirumah, Lrya mengotak-atik Handphonenya, dan saat itu ia dapat BCan newpin Kak Dicky dari salah satu siswa disekolahnya,tak menunggu lagi Lyra segera menginvite Pin laki-laki itu.
20 menit berlalu Lyra masih menunggu Acc dari Kak Dicky. matanya sudah 5 watt, mulutnya terus-terusan mengangap ngantuk. Namun disaat Lyra hendak terlelap, handphonenya bunyi dan ternyata Acc dari Kak Dicky, Lyra loncat-loncat girang. Ia melihat Display Picture Kak Dicky yang memperlihatkan kemahirannya saat mengajar Pramuka. "Duuhhh! Kakak Pramuka yang menggemaskan!". Seru Lyra seraya menghempaskan tubuhnya di Kasur.

Berbulan-bulan setelah dapat Pin Kak Dicky, Lyra hanya bisa memperhatikannya lewat BBm atau cuma bisa memandang dari Jauh. Icha sering menyuruh Lyra untuk BBM kak Dicky terlebih dahulu, namun Lyra masih ragu, ia tak mau jika di Cap sebagai Cewek genit.
"Gue BBM bareng Kak Aldi!!". Seru Icha yang baru saja datang dari balik pintu. "Ohyaa? Terus?" Tanya Lrya pura-pura cuek.

"Enak banget Lyr, kalo bisa Chat bareng Doi. Lo gak pengen?". Icha memanasi Lyra, ia ingin sahabatnya itu memberanikan diri untuk ngeChat Kak Dicky terlebih dahulu. "Pengen si, tapiiiii...." "yaudah kalo pengen buruan Chat. Kalo lo gak memperkenalkan diri gimana dia bisa tahu kalo Lo suka dengan dia!" Cetuk Icha
Lyra masih mempertimbang ucapan Icha, ia rasa apa yang Icha bilang ada benarnya. Dirumah ia memutar handphone nya, ia bimbang. Lyra menscrool ke atas mencari Kontak 'Dicky Rabbani'. Ketemu!! Lyra galau, harus kah dirinya mengirim pesan.
Lyrasathi

¤ PING!!!
Beberapa menit kemudian Kak Dicky membalas PING-an Lyra, Lyra kembali membalas dan seterusnya. Lyra berhasil!! Ia akhirnya Chat-an dengan Kak Dicky. Ia langsung cerita dengan sahabatnya. Arif yang merupakan anggota Pramuka dan temen kelas Lyra mendengar ucapan Lyra dan teman-temannya.
Jam istirahat Lyra,Icha dan Ega duduk dikelas sambil berbincang-bincang. Mereka heran kenapa sebagian Anak Pramuka berdiri depan Kelas. Dan Arif menjadi Komando berdirinya mereka disitu. Arif menunjuk ke arah Mereka bertiga, mereka heran! Dan sekarang Kak Dicky berdiri disamping Arif, tangan Arif menunjuk tepat kearah Lyra seraya tertawa bersama anak-anak Pramuka. Lyra kaget dan menggelamkan kepalanya di Meja. Tiba-tiba Kakak-kakak Pramuka mengetuk Jendela Kelas sambil berkata "Dek.. dekk.. tunjukkin dong wajah nya."
"Lyraaa! Liat dong mukanya"

Lyra tak berkutik, Icha dan Ega sangat gedek dengan Arif. Pasti ia sudah memberitahu Kak Dicky kalau Lyra menyukainya. "Lyr, mereka udah Out tuh" kata Ega. Mereka berdua menyentuh pundak Lyra dan mendekatkan telinga mereka ke Lyra, mereka mendengar suara tangisan Lyra yang pelan. "Lyr elo nangis?" Tanya Icha. Anak-anak kelas X Mia 2 mengerumuni Lyra, mereka menyuruh Lyra untuk 'Diam dan menyalahkan Arif atas semua kejadian ini.
Sudah beberapa Minggu saat bertemu Kak Dicky, Lyra menunduk tak kuasa. Ia Malu sangaaattt Malu! Semua karena Arif!! Dikelas X Mia 2, Kak Rafi dan Kak Dicky terlihat berdiri di depan pintu. Kak Rafi dikabarkan sedang mengincar temen sekelas Lyra, Rina. Cewek tercantik dan menjadi Icon SMA Kusuma.

"Ciyee Rina" goda temen-temen di kelas. Rina yang terkesan Cuek hanya geleng kepala
"Rinaa ada salam dari Kak Dicky" teriak Gerry yang merupakan Anggota Pramuka. Lyra mendengar, Icha dan Ega mengusap-usap pundak Lyra. Lyra hanya tersenyum kecut.
Kini Kak Dicky juga dikabarkan mendekati Rina dengan dalih 'agar Lyra berhenti mengaguminya. Itu sengaja Kak Dicky lakukan, dan temen cowok sekelas Lyra yang merupakan Anggota Pramuka sudah mengetahui semua nya.

Lyra sakit hati dan sangat terluka saat Tahu Kak Dicky pura-pura 'Suka sama Rina hanya untuk Agar Lyra berhenti Mengagumi dirinya. Lyra terpuruk ia menangis dikamarnya, ia berpikir seburuk apa dirinya sampai Kak Dicky rela berpura-pura agar ia tak mengagumi nya lagi. Sejak kejadian itu Lyra mulai membenci Kak Dicky. Ia habiskan harinya disekolah untuk Fokus belajar, ia tak lagi memikirkan laki-laki atau untuk menjadi Pengagum-pengagum yang tak dianggap seperti dulu. Sampai kenaikan Kelas Lyra dapatkan peringkat 5 besar di kelasnya, ia sangat bahagia! Ia berterima kasih pada Kak Dicky. Karena Kakak Kelas itu, Lyra jadi Fokus belajar dan bisa Masuk 5 besar untuk pertama kali.
Setiap hendak bertemu Kak Dicky, Lyra selalu berbelok arah agar tak berpapasan dengan Mantan Doinya itu, Kak Dicky selalu memperhatikannya saat Lyra menghindari dirinya.
"Lyraa." Teriak Kak Dicky saat melihat Lyra akan berbelok agar tidak Berpapasan dengan dirinya. Lyra tak menoleh ia terus saja berbelok dan jalan cepat agar tak terlihat oleh Kak Dicky. Namun tangan Lyra seakan digapai oleh seseorang, ia pun menoleh. Dan ternyata Kak Dicky menahan Tangan nya, Lyra menyentakkan Tangannya sehingga bisa terlepas dari genggaman Kak Dicky. Lyra hendak berbalik dan melangkah tapi "Lyraa, kakak mohon sebentar aja." Lyra berhenti namun ia masih membuang Muka.

"Aku minta maaf, Ra."
Lyra masih membisu.
"Kakak nyesel, ka. ." Ucapan Kak Dicky terpotong. "Gak perlu minta maaf, aku juga nyesel jadi pengagum gak jelas kayak kemaren. Dan aku terimakasih karena Kakak udah buat aku terMotivasi" kata Lyra. ia terdiam sejenak namun melanjutkannya kembali "perlu Kakak ketahui, orang yang Kakak Anggap sebelah mata, belum tentu Orang itu Lemah!" Seru Lyra tersenyum simpul dan berlari dari sana. Kak Dicky diam terpaku mendengar perkataan yang keluar langsung dari Mulut Lyra. Tak ada harapan lagi untuk Kak Dicky minta maaf ataupun menyesali perbuatannya, dan Bagi Lyra itu adalah Pembalasan yang Baik untuk Kak Dicky agar menghormati Seseorang yang pernah Mencintainya dengan Tulus.
TAMAT
----------------------------------------------------------------------------
Kirim Tulisanmu di Nulis.
Cerpen, puisi, artikel atau tulisan lainya.

Sy Tahtra / Author

Mari berkarya bersama Sahabat Menulis Nusantara.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib