Ayo bergabung bersama kami sekarang !

Isi formulir

Rabu, 01 Maret 2017

KEAGUNGAN NAMA-NAMA AL-QURAN

Siti fatimah mandini

KEAGUNGAN NAMA-NAMA AL-QUR'AN
Oleh: Zakiyal Fikri Muchammad

    Kita tahu bahwa nama merupakan simbol atau tanda yang menunjukkan status dan eksistensi sesuatu. Tanpa nama, sesuatu tersebut akan sulit dikenali dan dibedakan dari sesuatu yang lain. Namun ketika ada perselisihan atau ketidak sepakatan terhadap penamaan sesuatu tersebut, sering kali kita mendengar seseorang berucap: "apalah arti sebuah nama", sebagai alibi bagi dirinya bahwa yang terpenting bukan penamaan itu, melainkan substansi dari nama itu sendiri. Menurutnya, apapun namanya, jika memang substansi maknanya baik, tidak perlu dipersoalkan apalagi dirubah lagi.

     Pernyataan ini bisa benar dan bisa salah tergantung dengan motif dan tujuan awalnya. Namun ketika dinisbatkan kepada nama al-Qur'an, penyataan "apalah arti sebuah nama" tersebut, barangkali sangat tidak tepat dan dengan sendirinya usang. Kenapa? karena nama-nama al-Qur'an bukanlah sekedar  suatu nama saja, melainkan memiliki makna, tujuan dan isyarat-isyarat penting di dalamnya. Oleh karena itu, jargon yang tepat untuk kali ini tidak lagi dengan "apalah arti sebuah nama", melainkan dengan jargon "setiap nama adalah doa."

Berdasarkan pemahaman ini, maka kita acapkali mendapati seseorang yang menamai anaknya dengan nama-nama yang indah dan sarat makna. Dan biasanya  terinspirasi dari idola mereka sendiri. Muhammad misalnya, ketika seseorang diberi nama ini, berarti ada tujuan, harapan dan doa di dalamnya yakni menginginkan semoga yang memiliki nama itu bisa meniru sifat-sifat Muhammad yang jujur, murah hati dan kasih sayang.

    Begitu juga ketika seseorang mengidolakan Umar, lalu menamai putranya dengan nama tersebut, maka sebenarnya ia tengah berharap semoga putranya itu bisa seperti Umar, seorang sahabat Nabi yang tegas dan peduli terhadap sesama. Oleh karena itulah, dalam ajaran Islam, sangat dianjurkan sekali untuk menamai putra-putri kita dengan nama yang indah, wajar dan sopan. Bukan menamainya dengan nama-nama yang kotor, tak lazim apalagi  yang haram. Sebab setiap nama adalah doa dan harapan. Semakin namanya baik, harapannya sebaik pula pemiliknya.

    Begitu juga dengan nama-nama atau julukan al-Qur'an mulai dari al-kitab, al-Furqan, dan lain sebagainya juga mengandung harapan dan tujuan penting di dalamnya. Artinya, Allah menamai al-Qur'an dengan nama atau julukan lain sebagaimana yang akan diterangkan di bawah ini, memang memiliki pelajaran yang bisa kita petik, ia memiliki hikmah dan nasihat yang bisa dijadikan hidayah bagi pembacanya. Jika demikian adanya, lalu apa saja nama-nama atau julukan lain untuk al-Qur'an tersebut?. Untuk lebih jelasnya, simak pemaparan berikut ini!

    Para ulama berselisih pendapat terkait jumlah nama-nama al-Qur'an, namun mereka sepakat bahwa nama-nama itu bersifat tauqifi artinya harus bersumber dari al-Qur'an itu sendiri dan riwayat Nabi, tidak boleh membuatnya sendiri tanpa dalil. Terkait dengan jumlah bilangannya, ada yang mengatakan berjumlah 90 nama sebagaimana pendapat al-Zarkasyi dalam kitabnya, al-Burhan fi 'Ulum al-Qur'an. Sementara dalam al-Itqan, disebutkan berjumlah 45 nama. Berbeda lagi dengan  al-Fairuz Abadi dalam kitabnya, Basoir Dzawit Tamyiz fi Latoifil Kitabil 'Aziz justru menyebutkan bahwa al-Qur'an memiliki 100 nama. Sementara al-Mawardi hanya menyebutkan lima nama yang masyhur bagi al-Qur'an yakni: al-Qur'an, al-Kitab, al-Dzikr, al-Furqon, dan al-Tanzil.

Demikianlah nama-nama al-Qur'an dengan berbagai jumlahnya yang berbeda-berbeda. Banyaknya jumlah nama al-Qur'an ini, berarti menunjukkan banyaknya makna dan isyarat yang disimpan dibaliknya. Disamping itu, banyaknya nama juga menunjukkan banyaknya kemulian di dalamnya. Berkaitan dengan ini, seorang ulama bernama al-Fairuz Abadi berkata: "Ketahuilah bahwa banyaknya nama menunjukkan mulianya sang pemilik nama, atau kesempurnaannya dalam perkara tertentu. Tidakkah engkau mengetahui bahwa singa memiliki beberapa nama yang menunjukkan luar biasanya kekuatannya, hari kiamat memeiliki banyak nama menunjukkan luar biasanya kesusahan dan kesulitan pada hari itu. Maka begitu juga dengan banyaknya nama Allah yang menunjukkan kesempurnaan, kemulian, dan keagungannya. Banyakya nama Rasulullah menunjukkan mulianya kedudukannya dan tingginya derajatnya. Begitu pula banyaknya nama al-Qur'an yang menunjukkan keagungan dan keutamaanya
-------------------------------------------------------------------
Kirim tulisanmu di Nulis
Cerpen, puisi, artikel atau karya tulis lainnya

Siti fatimah mandini / Author

Mari berkarya bersama Sahabat Menulis Nusantara.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib