Ayo bergabung bersama kami sekarang !

Isi formulir

Selasa, 25 April 2017

Group Easy Writing dan Literasi Kita

Siti fatimah mandini

GROUP EASY WRITING DAN LITERASI KITA
Oleh: Heri Gunawan 


Penulis Artikel Artikel Keislaman
Di tengah arus kemajuan dan perkembangan zaman yang semakin canggih ini, sungguh memberikan kemudann bagi kita sehingga tidak ada alasan untuk berpangku tangan dan tidak berkreasi. Mulai dari pengembangan diri atau bakat serta berbagai aktivitas-aktivitas lainnya. Tidak ada biaya, tidak menjadi masalah yang terpenting ada kemauan dan tekad yang kuat. Ini sama halnya dengan saya sebagai mahasiswa (beasiswa) di salah satu perguruan tinggi swasta Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran (STKQ) Al-Hikam Depok, sekaligus saat ini sedang mengmbangkan diri dalam dunia menulis (literasi)
Dalam hal tulis menulis ini posisi saya masih sangat pemula bahkan bisa dikatakan masih bulu jagung. Saya mengatakan seperti ini memang sebelum-sebelumnynya saya tidak tertarik dalam dunia menulis apalagi menghasilkan satu karya buku bahkan pada waktu itu saya berasumsi menulis buku tidak penting. Hal ini wajar dan memang pada waktu itu saya lebih mengandalkan budaya bicara (oral).

Pertangahan tahun 2016 lalu, Dimulai sejak pertemuan dengan seorang teman Makmun Rasyid pada waktu itu yang juga sebagai penulis. Akhirnya saya terbangun dari pikiran yang selama ini kurang baik dan sadar betapa pentingnya menulis bahkan walaupun mungkin tidak dipubilkasikan. Dalam tulisan ini saya tidak bisa menggambarkan betapa menyesalnya saya pada waktu itu dan berfikir seandainya saya mulai menulis sejak mulai kuliah berapa karya atau buku yang sudah saya torehkan. Girah atau semangat menulis tersebut pun akhirnya saya kembangkan sedikit demi sedikit dengan membaca buku-buku dan teknik menulis sekaligus latihan menulis artikel-artikel ringan setiap harinya. Karena kebanyakan dokrin menulis yang saya dapatkan adalah menulis tidak perlu banyak teori yang terpenting berlatih menulis setiap hari entah itu menulis apapun. Dari sini saya berkesimpulan bahwa menulis tidak hanya berasal dari hobi akan tetapi bisa ditumbuhkan dengan kerja keras dan samangat yang kuat.

Seperti yang terbaca pada pembukaan tulisan di atas menulis dan belajar menulis saat ini sangatlah mudah. Apa yang kita kenal dengan Whatsapp atau Facebook dan media sosila (medsos) lainnya saat ini sangat cocok dan bagus sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat menulis dan berkarya atau menghasilkan buku. Ini lebih baik dan bermanfaat dari pada membuat atau mengikuti group-group di media sosial (medsos) yang tidak jelas. Saya sejatinya tidak melarang memiliki group sesuai dengan profesi atau hobi masing-masing namun terkadang group-group ini acap kali sebagai tempat untuk menyebar berita bohong (hoax), bullying, penyebaran  meme (foto lucu) dan semacamnya, yang mana hal ini menurut penulis tidak kurang memberi manfaat.

Selama beberapa bulan ini, saya sangat bersyukur telah bergabung dengan penulis-penulis hebat di group "Easy Writing”. Group kepenulisan Whatsaap ini didirikan atas ide dan gagasan Mas Nyuwan S Budiana dan Mba Neni Makmun sekaligus memandu dan menahkodai langsung group tersebut demi menjalankan program-programnya. Group inilah yang membesarkan saya sekaligus mendidik saya terutama dalam dunis tulis menulis. Group ini pun telah berhasil melahirkan banyak buku antologi (nulis bareng). Hal ini memang program bulanan group ini adalah menulis bareng dan menerbitkan minimal satu buku setiap bulannya. Sungguh program yang sangat bagus karena hal ini merupakan saranan untuk membangkitkan dan menjaga kekonsistenan menulis di antara para penulis-penulis yang telah terjaring oleh group ini.

Menurut saya group yang berpusat di Bogor ini sejatinya tidak hanya mengajarkan tulis menulis saja, akan tetapi memiliki cita-cita luhur dan besar yakni membangun akhlak mulia dan merekat tali silaturrahim antar sesama. Menulis tidak hanya menulis akan tetapi semua tulisan itu harus dibarengi dengan hidayah dan pengamalan. Kerena semua apa yang kita tulis sekarang akan dipertanggungjawabkan pada hari kiamat kelak. Di samping itu para anggotanya group ini tersebar di berbagai daerah pelosok Nusantara sehingga Jarak jauh dan kesibukan masing-masing bahkan perbedaan usia tidak menjadi pengahalang untuk berkarya bersama dan meraih tujuan yang sama yakni menghidupkan budaya literasi di negeri ini.

Usaha usaha seperti ini memang sangat dibutuhkan ditengah minim dan sekaratanya budaya literasi (baca tulis) saat ini. Logika yang tulis oleh Peng Kheng Sun sangat menarik terkait dunia literasi kita sekarang ini. beliau melogikakan dengan seorang pemain catur seperti Dr. Emanuel Lasker, Dr Mas Euwe dan para kelompok kelompok lainnya dari merekalah lahir istilah dalam cartur seperti pertahahan alekhine, Hukum Lasker dan berbagai teori lainnya dan nama mereka tercatat dalam sejarah catur. Sekelompok  pemain catur lain lain adalah tukang parkir, satpam penjaga malam, tukang ojek dan pemain-pemain lainnya kelompok ini tidak menghasilkan teori catur. Nama mereka tidak ada sama sekali dalam sejarah catur. Dalam hal Kita bisa menemukan perbadaan mendasar kelompok-kelompok di atas, padahal dalam permainan catur mereka melakukan dan menjalankan langkang yang sama. Perbebedaan kedua kelomok tersebut adalah ada pemain berkelas dan ada pemain yang biasa biasa saja. Demikian juga dengan para pegiat literasi para pegiat litarasi akan melakukab berbagai inovasi dan terobosan baru dan luar biasa sedangkan para pegiat literasi yang biasa saja akan menghasilkan aksi-aksi literasi biasa biasa saja.

Lebih ironis lagi kita masih banyak menemukan seorang guru atau dosen memerinthkan murid atau mahasiswanya untuk gemar dan cinta literasi (baca tulis) padahal mereka tidak melakukan hal itu. Alih-alih gemar membaca atau membeli buku malah lebih gemar belanja dan pergi ke mall-mall untuk shopping dan sebagainya. padahal guru ataupun pendidik seharusny menjadi teladan atau uswah bagi muridanya malah sebalaiknya acap kali mengajarkan dan mempratikkan contoh yang kurang baik. Dengan melihat keadaan literasi negeri kita di atas semoga menjadi cambuk bagi kita dan bisa terbangun dari tidar pulas kemalasan serta menyadarkan orang-orang disekitar kita. 
Sebagai akhir dari tulisan ini saya berterima kasih kepada para senior anggota group Easy Writing, Mas Nyuwan S Budiana (Pendiri Group dan penulis produtif sekaligus ghostwriter), Mba Neni Makmun (Pendiri Group dan penulis novel), Mas Arda Dinata (penulis produktif), Mas Deni Candra (Penulis Peroduktif) dan teman teman lainnya yang sudah membesarkan dan selalu memberi memotivasi  kepenulisan kepada saya dalam ruman Easy Writing ini. Sebagai penulis pemula semogga kita terutama saya semoga bisa menulis solo dan segera tobat dan insaf dari menulis secara antologi (menulis bareng).
Sabtu 22 April 2017

Siti fatimah mandini / Author

Mari berkarya bersama Sahabat Menulis Nusantara.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib