Ayo bergabung bersama kami sekarang !

Isi formulir

Jumat, 14 April 2017

PETUALANGAN BUKU KITA KALAU TEMBUS MAYOR DI TOKO BUKU GRAMEDIA

Siti fatimah mandini


PETUALANGAN BUKU KITA KALAU TEMBUS MAYOR DI TOKO BUKU GRAMEDIA
Oleh: Indiraisva & Hendra P.

Penerbit Mayor atau penerbit besar menerbitkan buku-buku melalui tahap seleksi yang ketat, melalui uji kelayakan dengan melihat dari berbagai aspek: pembaca, tren dan potensi jual. Tentu saja, gratis.
Yang sudah kita tahu, mereka yang karyanya bisa tembus mayor, siap-siap bahagia tujuh turunan karena buku mereka akan mejeng di Gramedia--mimpi sejuta penulis di Indonesia, right? Ekspresi pertama yang kalian kasih apa kalau dapet kabar itu? Kalau aku sih bilang Alhamdulillah dulu, selebihnya garuk-garuk tembok kegirangan.

Tapi, ada yang tahu gak sih, bagaimana perjalanan buku kita saat udah mejeng di Gramedia?
Beberapa waktu lalu, aku ngobrol bareng sama seorang teman penulis dari Bandung, bernama asli Hendra Purnama. Beberapa karyanya: Hantu Jeruk Nipis (Tiga Serangkai, 2009), Suwung (Republika, 2012), Fortunali (Great Publisher-lini Galang Press, 2012).

Dia bilang, buku-buku terbitan *non-Gramedia* (misal: Diva Press, Tiga serangkai dll) yang ada di *Gramedia* sebenarnya cuma punya waktu maksimal 2 minggu nangkring di rak "NEW BOOK", kalau dalam 2 minggu dia laku maka buku itu pindah ke rak "BEST SELLER", tapi kalau nggak laku pindahnya ke rak yang sesuai kategori bukunya.

Sebulan dipajang di rak-rak tersebut, buku itu sudah harus mundur ke Gudang (kecuali rak "BEST SELLER"). Atau, yang penjualanya masih terbilang aman.
Maksimal sebuah buku non-gramedia ada di rak Gramed cuma 2 bulan, tergantung penjualan. Beda dengan buku terbitan Gramedia seperti GM akan lebih lama karena itu milik mereka sendiri.
Kenapa aturannya gitu? karena Gramedia kan sebulan nerbitin 40-50 judul, mereka juga punya terlalu banyak buku yang perlu dijual.

Artinya Gramedia juga perlu ruang yang cukup untuk majang buku-buku terbitan mereka sendiri. Jadi celah untuk buku penerbit luar diperkecil.

Gimana? Ternyata ketika buku kita berhasil mejeng di Gramed, itu bukan hasil akhir, Guys. Kita masih harus berusaha agar buku kita terus bertahan dengan menggaet banyak pembaca, hmm penulis adalah pemasar juga ya. Hukum yang sudah wajib ternyata.

Semangat semua! Semoga kelak, karya kita juga bisa mejeng di rak BestSeller Gramedia, Aaminn 
------------------------------------------------------------------
Kirim tulisanmu di Nulis.
Cerpen, puisi, artikel atau karya tulis lainnya.

Siti fatimah mandini / Author

Mari berkarya bersama Sahabat Menulis Nusantara.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib