Ayo bergabung bersama kami sekarang !

Isi formulir

Kamis, 13 April 2017

RENTA

Siti fatimah mandini


RENTA
Oleh : Anisa Sholihah


Kuakui ritme detak jantung ini semakin lemah
Langkah kaki ini semakin berat
Juga linangan air mata sudah terkuras
Namun, kenapa kau malah menjauh?

Aku tersakiti
Oleh laku buah hati
Oleh tutur kata belahan jiwa
Dan juga oleh takdir yang berbahaya

Ah, bahkan aku sudah lupa jati diri
Aku ini siapa?
Aku ini apa?
Dan kamu...
Bukankah seseorang yang selalu hadir dalam lelapnya mimpi?

Kadangkala aku ingin menjerit
Menumpahkan segala resah
Namun, apa daya?
Bukankah suaraku tak sebaik dulu?

Kini renta sudah masanya
Keriput sudah menyambut
Lupa sudah mendamba
Apakah setelahnya aku akan sirna?

Ingin rasanya mengulang apa yang jadi kenangan
Dan memupus apa yang jadi kesalahan
Namun, lagi-lagi bukankah tak bisa?
Kuasa itu bukankah hanya milik Sang Pencipta?

Kerapkali rasa takut menyambut 
Mengajakku agar mencintai gelisah
Menemaniku dalam bayangan duka masa depan
Apa ini delusi?

Sungguh, aku belum siap terpanggil
Bagaimana dengan buah cinta dan kekasih hati?
Apa mereka akan menyeka air mata?
Atau malah melupa dengan luapan dosa?

Ah, aku mulai bimbang
Bagaimana cara menyuarakan nurani yang mulai mati?
Bagaimana cara menunjukkan laku yang mulai lemah?
Bagaimana cara melukis senyum yang mulai pudar?

Andai saja ini yang terakhir
Ah, tapi semoga bukan
Aku hanya ingin menyampaikan
Jika Sang Renta sangat berduka
-------------------------------------------------------------------
Kirim tulisanmu di Nulis.
Cerpen, puisi, artikel atau karya tulis lainnya.

Siti fatimah mandini / Author

Mari berkarya bersama Sahabat Menulis Nusantara.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib