Ayo bergabung bersama kami sekarang !

Isi formulir

Kamis, 12 Oktober 2017

Perjalanan Menuju Kekasih Sejati

Redaksi smnindonesia


PERJALANAN MENUJU KEKASIH SEJATI
Oleh : Jamal Ke Malud

Saya belum mencintaimu
Tapi ku sudah bertekad untuk mencintaimu
Ku kan daki ke dalam hatiku tuk menemukanmu
Tujuh lapis kedalaman hati akan ku tembus
Setelah ku berdarah-darah menapaki tiap langkah menujumu
Melalui badan ringkih, menuju ke dalam istana hatiku
Saya baru sadar, bukan saya yang sampai kepadamu
Tetapi engkau yang menjemputku dari awal kaki melangkah
Kau sudah ada di dalam hatiku
Sebelum semua orang menyadarinya
Bahkan, kau ada di dalam hati setiap manusia
Sebelum mereka menyadarinya
Beberapa bulan lalu, sudah empat orang yang menanam benih itu
Benih cinta
Ke dalam hatiku untuk menghidupkanmu di dalam hatiku
Setiap hari ku siram
Setidaknya 165 kali setiap 5 waktu, di ruang 24 jam
Jika ku lupa menyiramimu, ku siram di waktu lain
Di sela-sela waktu itu, ku isi lisanku dengan kekasihmu dan calon kekasihku
Saya selalu mengaku-ngaku bahwa engkau dan dia adalah kekasihku
Karena engkau adalah dia, dan dia adalah engkau
Maksudku, mencintainya berarti mencintaimu
Mencintaimu, tanpa mencintainya, adalah ikan tanpa air
Mati
Oh, kekasih sejati
Izinkan kekasih sejatimu menjadi kekasih sejatiku
Relakan saya menjadi kekasihmu
Selama kau rela, apapun yang engkau rela, saya rela
Ku ingin, bukan ku ingin, tapi kau yang ingin
Kau inginkan saya agar ku rela terhadap semua yang kau rela
Itu kau buat syarat agar cinta sejati itu bisa tumbuh di dalam hatiku
Cinta sejati kepadamu dan kepada kekasihmu
Bagaimana mungkin saya tak rela atas semua yang kau rela
Karena semua yang kau rela, bagiku, adalah kebaikan tanpa batas
Di awal kau menyapaku, hanya dengan luka, ku bisa rasakan bahwa kau menyentuhku
Lalu ku tahu, bahwa luka itu berbanding lurus dengan suka
Setiap lukaku adalah sukamu
Bukan luka, karena sukamu adalah sukaku
Maka, lukaku yang adalah sukamu, adalah sukaku
Tak peduli luka, selama itu adalah sukamu dan relamu, ku tetap suka
Kau lukaiku, untuk menyukaiku dan menyentuhku dengan relamu
Bukan luka, karena sebenarnya luka ini menjadi lezat
Luka yang lezat, karena senyummu
Perjalanan menuju relamu dan sukamu berawal dari luka
Luka itu adalah caramu menjemputku ke haribaanmu
Semakin ku luka, semakin dalam ku memasuki hatiku
Lalu ku semakin dekat kepadamu
Ku dengungkan namamu di tiap tarikan nafas
Hingga seluruh udara yang masuk ke dalam ragaku bercampur namamu
Namamu, kekasih, oh kekasih
Saat ku sebut namamu, lenyap seluruh luka itu
Luka itu menjelma es krim di tengah padang pasir
Namamu bukan hanya obat, tetapi bahkan mampu menggedor jantungku
Pintu hatiku ku gedor-gedor untuk menemukanmu
Oh kekasih,
Jemputlah saya,
Karena lariku kepadamu tak secepat jemputanmu
Secepat apapun ku berlari menujumu
Tanpamu ku tak kan pernah sampai
Namun, satu kali saja kau menjemputku
Sejauh apapun ku darimu, ku sampai kepadamu
Betapa jauhnya ku darimu
Betapa dekatnya kau dariku
Oh kekasih,


Jampang, Kemang, Bogor, 10/10/2017

Redaksi smnindonesia / Author

Mari berkarya bersama Sahabat Menulis Nusantara.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib