Ayo bergabung bersama kami sekarang !

Isi formulir

Minggu, 15 Oktober 2017

Rindu Untukmu Ayah

wafaul waffa

pikiran ini selalu rindu mengejar angan-angan
mata ini selalu tertutup dengan gemerlap duniawi
telinga ini selalu tersumbat oleh suara bising menyanyi
mulut ini selalu terbungkam oleh tangan karena debu yang menari
aku yang rindu dengan sosok gagah dan pemberani
aku yang rindu dengan sosok akhlak yang manusiawi
aku yang rindu dengan cintanya yang ikhlas
aku yang rindu dengan sosok yang mengajarkan arti
kini sosok itu tidak nampak
kini sosok itu hilang dimakan usia
hanya dengan mengenang..
engkau nampak dibenakku..
walaupun hati merasa pilu..
dari anakmu yang masih belajar disetiap paruh kehidupan


wafaul waffa / Author

Mari berkarya bersama Sahabat Menulis Nusantara.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib