Ayo bergabung bersama kami sekarang !

Isi formulir

Jumat, 29 Desember 2017

Kau Adalah Kebahagiaan Sesungguhnya

Jamal Ke Malud





Ku tak kan jera menuju-Mu
Karena ku tahu kau adalah kebahagiaan sesungguhnya
Sekali lagi, ku tak kan jera
Melihat-Mu tersenyum padaku
Image result for kebahagiaan
ist


Tiap pagi, bangun tidur
Keindahan yang tergerak di bibirku adalah nama-Mu
Keindahan nama-Mu merasuki tiap nafas di dadaku
Menyebut nama-Mu saja, merupakan keindahan dan kebahagiaan
Lalu bagaimana dengan-Mu
Tentu saja, jariku tak bisa mengeja lagi

Ku terlalu berharap
Meski ku tahu ku tak kan mampu menggapai-Mu
Bukan ku sudah menyerah dan putus asa
Tapi begitulah ceritera para pendahuluku
Tak ada yang mampu menggapai-Mu
Kecuali oleh-Mu sendiri, dari-Mu, di dalam-Mu, dan dengan-Mu

Maka dengan kasih sayang-Mu
Ku bersimpuh berlinang air mata
Meski hanya satu per detik di dalam seluruh hidupku
Ku tetap kan mengejar-Mu
Meski harus berujung kemustahilan
Karena tanpa-Mu, tak akan ada cinta
Cinta ini, hanya karena keberadaan-Mu
Oh, cinta

Ku sudah tahu sejak dahulu
Bahwa kelemahan adalah diriku
Lemah di hadapan-Mu
Hanya saja barangkali ku sok kuat di hadapan selain-Mu
Ku akui seluruh kesalahan ini
Tapi ku mohon, tetaplah terima ku
Dengan segala kealpaan ini
Jika bukan Kau yang menerima
Maka sudah tamatlah riwayatku di dalam episode ini

Ku tahu, Kau adalah sumber kasih sayang
Maka ku bersimpuh mengharap sayang-Mu
Dengan sayang-Mu, melalui sayang-Mu
Bukan denganku dan sayangku
Oh, sampai seberapa jauh lagi ku harus melangkah
Tuk menggapai-Mu, Sayang

Kotor mulutku, dengan nama-Mu, harum semerbak mawar
Keji dadaku, dengan nama-Mu, bersinar terang rembulan
Kasar tanganku, dengan nama-Mu, lembut mengelus kepala yatim
Berontak kakiku, dengan nama-Mu, mengayun indah di altar surga

Lalu, jika tanpa-Mu ku kan bergelimang kelam
Maka kepada siapa lagi ku kan mengeluh dan mengobati diri
Ku selalu menjauh dari-Mu
Kau terus tersenyum dengan sayang-Mu

Betapa Kau Mahacinta
Dan ku selalu berpaling
Oh, busukku dan harum-Mu
Meski begitu, ku tetap ingin mencintai-Mu

Jamal Ke Malud
30/12/17
Pondok Petir, Serua, Bojong Sari

Selasa, 26 Desember 2017

Tahun Terakhirku

isma hidayati

Tahun Terakhirku

Apa ini tahun terakhirku?
Aku tidak mengerti mengapa?
Membayangkan sesuatu jadi sirna
Membayangkan bayang-bayang terpendam
Disudut senja aku terbangun
Berkata seseorang disampingku
Janganlah kau bangun
Jika ini tahun terakhirmu

Senin, 18 Desember 2017

Redam Benak

Sy Tahtra
Redam Benak


Oleh : Sophie Grace
Kau merambat bersama bangsa ini!
Kau menjejak di sini!
Dibawah naungan cakrawala,
kau tumbuh merajut bangsa ini.

Perputaran dunia ini,
menggores sedikit demi sedikit ragamu!
Perputaran waktu ini,
membabat indera-indera mu!
Membutakan,
Membisukan,
Menulikan.

Luka-luka di tanah ini membekas!
Luka-luka di bangsa ini tak kunjung usai!
Apa yang kau tunggu?!
Apa yang kau redam?!
Disini tempat mu membela!
Bukan di seberang!

Kau diam,disudut kota yang ramai.
Mengamati deretan goresan barat yang membekas.

Kau beku,seribu bahasa.
Disudutkan malu,
Disudutkan amarah,
Disudutkan celoteh tak guna.
Kau bungkam benakmu.
Kau bungkam pembelaanmu.

Kemana kau akan berpijak,wahai perajut bangsa?
Kemana kau akan bela,wahai pemuda bangsa?
Inikah caramu menghargai para pahlawanmu?

Hanya tanggap kebohongan,
Hanya ricuh akan kebodohan semata.

Dikala surya menyingsing,
Kau singgung gores-gores luka.
Dikala rembulan kembali,
Kau tutup matamu.
Seakan-akan kau tak tahu apa yang terjadi di kala teriknya hari.
Seakan-akan tak kau lihat gores-gores luka itu.

Hey,bangun!sudah waktunya kau lepaskan bungkam amarahmu!
Kuharap tiada benak yang kau redam,
kuharap tiada indera yang tertutup.

Terimakasih ibu tercinta

Sy Tahtra
"Terimakasih ibu tercinta"

Oleh : Nurul fadilah

Selama hayatku masih tersisa
Engkau selalu ada dalam tatapanku
Memelukku dengan hangat
Melalui doa disetiap sholat
Aku tau aku sadar
Aku masih belum bisa
Menjadi anak yang membanggakan
Malah aku yang selalu membuatmu kesal
Tapi karna itu...
Kita belajar untuk saling memahami 
Aku tidak akan pernah bisa
Mengembalikan air susu yang telah kau beri
Walau dengan permata
Dari lautan terdalam sekalipun
Kau tidak pernah menuntut balas
Kau hanya ingin melihatku sukses
Aku paham waktu tak selamanya mengikat kita
Aku mengerti jika nanti ada saatnya
Waktu memisahkan pelukan kita
Tetapi kasih sayangmu akan selalu ada
Disini dihatiku

Minggu, 17 Desember 2017

Cantik Sekali, Amboi!

Jamal Ke Malud
Aduhai betapa cantiknya diri-Mu
Senyum-Mu yang kulihat di bibirnya
tak mampu ku urai dengan bahasa
ada indah yang mendalam di wajahmu
kualitas cantik-Mu sesempurna kesempurnaan
bahkan lebih dari sempurna
berkali-kali lipat
bahkan tak mampu dilipatgandakan
terlalu cantik, indah, dan sempurna

Oh, cantik macam apa kau ini
Hanya dengan memandangmu ku merasa senang
Meski ku belum kenal namamu
Ku kenal namamu hanya dari akunmu
Akun yang begitu indah dan menawan
Aduhai, kesempurnaan yang cantik jelita

Senyummu menyinari kalbu yang sedang sendu
Sendu itu lari terbirit-birit melihat pesona wajahmu
Andai wajahmu ku jadikan kaca mata
Tuk ku lihat dunia dengan kecantikanmu
Wahai betapa bahagianya diriku
Hanya dengan memandang sekejap saja

Wahai kesempurnaan
Mari terus kau tersenyum dengan indah dan bijaksana
Tak mampu ku ungkap keindahan senyummu yang begitu cerah
Secerah mentari di saat hujan rintik pagi
Cerah dengan mendung yang bersinar

Ku ingin kau bersamaku
Meski tak selamanya, cukup satu kali seumur hidup
Oh, indahnya senyummu
Wahai Engkau yang menjelma senyumnya
Dirinya adalah bagian dari diri-Mu
Lalu bagaimana keindahan-Mu mampu ku ungkap
Jika bagian-Mu saja tak mampu ku ungkap keindahan senyumnya
Maha indah Engkau dengan segala indah-Mu

Jamal Ke Malud
17/12/17
Jl. Madrasah 1, Kel Suka Bumi Utara, Kec Kebun Jeruk, Jakarta Barat

Sabtu, 16 Desember 2017

Apakah Cintaku Hanya Di Lidah?

Jamal Ke Malud
Ku sangat jauh dari-Mu
Kau, entahlah, sangat dekat denganku
Kau, pasti, sangat dekat
Lebih dekat dari urat leher
Apakah sebegitu cintanya Kau kepadaku?

Apakah ku membenci-Mu saat Kau mencintaiku
Apakah cintaku hanya di lidah,
Lalu benciku di perbuatan?
Bagaimana mungkin cinta disertai arogansi
Maka benar, sudah pasti, perbuatanku membenci-Mu
Tapi ku ingin mencintai-Mu

Oh, cinta
Mendaratlah di dermaga hatiku
Tanpamu ku bukan manusia lagi
Apa gunanya menjadi manusia tanpa cinta

Oh kekasih
Jangan jauh-jauh dariku
Ku ingin mendekati-Mu walau perbuatanku menjauhkanku dari-Mu
Itulah ku yang belum, bahkan tak kan pernah sampai kepada-Mu
Tanpa jemputan-Mu

Arogansiku tentang kekuatanku sendiri
Membutakanku akan kemurahan-Mu
Arogansiku tak terlihat arogansi di mataku
Tapi ku akui, arogansi ku rasa
Ku ingin lenyapkan arogansi itu
Tuk ku menjadi diri-Mu yang seutuhnya
Hingga ku berkata, ku adalah mu
Ku adalah Kamu

Hingga saat ini,
Di mana Kau dekat dan ku jauh
Ku bukan Kamu
Meski Kamu adalah diriku
Begitu lama penantian untuk menjadikan ku sebagai diri-Mu

Ku tak menunggu perjumpaan itu
Ku menunggu penyatuan itu

Usahaku berlari menuju-Mu
Dengan kendaraan ingatan-Mu
Menjerembabkanku ke dimensi penuh duri dan liku
Jiwaku mulai berontak
Mulai sadar ada yang mengganggunya
Ternyata, kendaraan ingatan-Mu itulah yang mengganggunya
Ku berperang denganku sendiri
Ku melawan ku sendiri
Ku roboh dan takluk

Kini ku coba
Di tengah medan peperangan melawan ku sendiri
Ku coba tuk menanggalkan usahaku
Agar usahaku adalah usaha-Mu
Agar ku menjadi mu
Ku adalah Kamu

Oh cinta,
Betapa lama perjalanan menuju-Mu di dalam hatiku
Harus ku lalui tujuh petala langit di atas sana
Menuju ke dalam kedalaman hatiku sendiri

Bantuan-Mu adalah batu loncatanku
Batu bantuan-Mu, cinta

Jamal Ke Malud
17/12/2017
Pondok Petir, Bojong Sari, Depok

Jumat, 15 Desember 2017

Aduhai, Betapa Cantiknya Diri-Mu!

Jamal Ke Malud
Sekali lagi
Malam ini ku melihat kecantikan-Mu
Kecantikan yang lebih cantik dari biasanya


seacampion.com




Kau tahu, cara kekasihku menyapaku
Dia memberiku susu dan madu
Dia tahu, sudah lama ku tak minum dua air itu

Kau tahu, cara kekasihku menyeduhkanku
Dua air itu
Ku sakit, lalu dua air itu menyembuhkan demamku

Sekali lagi, lukaku melihat kecantikan-Mu
Kecantikan yang luar biasa
Dari seorang kekasih

Oh cinta, mengapa tak kau sentuhkan indahnya rasa itu di hatiku
Untuk-Nya
Mengapa kau sentuhkan indahnya rasa itu di hatiku
Untuknya

Ku tahu, cintaku pada-Nya lebih tinggi dari cintaku padanya
Tetapi, itu semua masih usaha
Untuk mencintai-Nya, ku harus mencintainya
Karena sulit, agar mereka memahami, cinta kepada-Nya tanpanya

Untuk mencintai-Nya, harus memasuki hatiku
Untuk mencintainya, hanya harus membuka mataku
Membuka hati dan membuka mata

Barangkali mereka berpikir,
Hati adalah anggota badan
Mereka terbalik
Badan adalah anggota hati
Hatilah makhluk hidup itu

Hati itu manusia
Hatilah yang berbicara
Hatilah yang berpikir
Hatilah yang mencintai                                                                          

Perjalanan menuju ke dalam hatiku untuk menemukan-Mu
Di tengah perjalanan itu ku melihat kecantikan-Nya
Melalui kecantikannya
Aduhai, betapa cantiknya diri-Mu

Ku ingin buru-buru menemui-Mu
Bertemu dengan-Mu di dalam hatiku
Bukan hatiku, tapi hati-Mu

Jamal Ke Malud
16/12/17
Pondok Petir, Bojong Sari, Depok
03:09

Apakah Sakitnya Luka Itu Masih Menyisakan Kesadaran!

Jamal Ke Malud




Karena ku mencintaimu
Ku harus menjauhimu
Agar Tuhan langsung yang menikahkan kita
Karena kita belum muhrim

Jika Tuhan tak menikahkan kita
Maka ku tak menyakitimu
Dengan mengenalmu lalu meninggalkanmu
Jika Tuhan menikahkan kita
Itu adalah karunia Tuhan untuk kita

Apapun keputusan Tuhan, itulah yang terbaik
Ku mulai percaya bahwa Tuhan paling baik
Bahkan saat ku mulai ragu
Ku tetap percaya

Apakah kau tahu
Betapa sakitnya luka karena ditinggalkan!
Ku tak bertanya, hanya ingin memastikan
Bukan padamu, tapi memastikan pada diriku
Apakah sakitnya luka itu masih menyisakan kesadaran
Setelah lama ku koma tak sadarkan diri
Dari daya kejut luka itu
Jangan-jangan, ku belum sadarkan diri

Oh, cinta
Oh, luka
Oh, rindu yang sendu

Jamal Ke Malud
16/12/2017
02:18
Pondok Petir, Serua, Bojong Sari, Depok

Jatuh

faathimah zamrudul jannah


Jatuh

Aku terjatuh sekali
Karena manik hitam pekatmu,
Karena senyum polosmu

Rabu, 13 Desember 2017

Diantara Kenangan

isma hidayati

Diantara Kenangan

Aku tidak mengerti
Entah, apa yang kurasakan
Melihatnya. . ..
Bagaikan kembali ke masa lalu
Kenangan yang lampau
Wajah yang lampau
Bahkan sekilas aku melihatnya,
Aku sudah merasakan
Masa dimana kita pernah bersama
Namun, rasa itu hilang
Saat dia juga menghilang
Terima kasih untukmu
Mengajarkanku apa itu kenangan
Yang harus dikenang

Kau Tau Enaknya Jadi Anak Rantau?

Jamal Ke Malud
Kau tau enaknya jadi anak rantau?
Ku terbang bebas, lebih bebas dari burung
Sayap keinginanku mengepak tinggi ke langit harapan
Kebahagiaan yang tak bisa diungkap, bahkan dengan hati sekalipun
Lebih bahagia dari bahagia, saat terbang
Burung pun, ku yakin, tak kan sebahagia ini

Apalagi masih sendiri
Terbang itu lebih bebas lagi
Tak ada belenggu sangkar budaya
Tak ada lilitan tekanan tetangga
Yang perlu dilakukan hanya memutihkan hati
Selesailah semua perkara
Karena memang tak ada perkara

Terbang dengan kemurnian hati
Berbuat baik sehari-hari
Itu budayaku di tanah rantau
Karena tanah lahirku berbudaya beda dengan tanah rantau ini
Yang bisa ku lakukan hanya menebar kebaikan
Membenturkan budaya, hanya menanam benih busuk

Senangnya anak rantau
Berbuat baik
Terbang ke angkasa cita-cita
Setinggi-tingginya
Lebih tinggi dari langit
Lebih senang dari senyum dan tertawa
Senang, senang sekali

Jamal Ke Malud
13/12/17
Pondok Petir, Bojong Sari, Depok

Senin, 11 Desember 2017

Layu, Lalu Ingin Bangkit

Jamal Ke Malud

 
Kini cinta itu menggantung
Menggantung di antara hati dan akal
akal yang menginginkan cinta
cinta yang entah di mana letaknya


Seandainya ku lebih percaya diri
diri yang bedebah ini, namun, telah layu
layu karena tak mampu melihat cinta
cinta yang hanya berbentuk mengulang-ulang nama di hati
hati yang mau lelah menyebut-Mu lagi
lagi-lagi, ku harus sadar bahwa saat ini adalah perjuangan
perjuangan tiada akhir hingga nafas terakhir


Hati ini tidak boleh merasa bosan
bosan ini harus dilawan
dilawan agar kembali semangat mengejar cinta
cinta yang tak mengenal kata jika
jika tidak diperjuangkan, hati akan mati
mati karena hilang arah
arah menuju cinta sejati
sejatinya, diriku adalah diriku
diriku, namun, saat mengejar-Mu adalah diri-Mu

Jamal Ke Malud
12/12/2017
Jampang, Parung, Bogor

Sabtu, 09 Desember 2017

Surat Untuk Saudara

faathimah zamrudul jannah

Surat Untuk Saudara

Harusnya aku bersyukur
Aku tak perlu meraung-raung karena tanahku diambil

Minggu, 03 Desember 2017

"Diriku Memilih Diam"

Redaksi smnindonesia


"Diriku Memilih Diam"

Oleh : Izzah Ummi Bariroh

Matahari dengan malunya mulai meninggalkan diriku
Yang masih tak ingin kehilangan dirimu
Tapi apalah daya diriku
Seorang wanita yang hanya bisa menunggumu
Aku memilih diam akan hal itu
Menjaga perasaan dalam ketaatanmu
Aku memilih diam untuk hal itu
Karena ku tahu
Kau seseorang yang hebat untukku
Dulu...
Satu-satunya yang mengerti aku..
Apa iya????
Mungkin itu hanya perasaanku
Karena selama ini ku memilih diam untukmu


Kini semuanya telah berubah
Berawal darimu berakhir untuknya
Berasal darimu menjadi untuknya
Siapa??
Seseorang....
Seseorang yang telah menanti menjadi imamku
Dalam mencapai ridhonya dalam setiap rinduku
Seseorang...
Seseorang yang telah Allah persiapkan untukku
Demi masa depanku, hidupku dan ketaatanku 

Entah aku atau dirimu yang keliru
Tapi satu keyakinanku
Kita memang diciptakan untuk saling bertemu
Namun belum tentu aku adalah jodohmu

Mungkin itu yang terbaik untuk kita..
Tidak saling kenal dalam menjaga kehormatan yang dipunya
Hanya Allah yang tahu sebenarnya
Bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya...

Gerak Imajinasi

Redaksi smnindonesia

Gerak Imajinasi

Oleh : Sophie Grace

Kau diam seribu bahasa,
melontarkan ribuan makna.
Tiada gerak yang kau ciptakan,
tiada jejak yang kau sisakan.

Aku yang terjatuh,
kau tidak.
Aku yang rapuh,
kau tidak

Kau ciptakan bayang misteri nyata.
Kau tak menimbulkan luka yang timbul.

Kau menggema.

Aku yang ciptakan jejak imajinasi semata,
untuk diriku.
Tanpa kau ketahui,
ku tinggal dalamnya,
menunggu hilangnya imajinasi dibenak.

Bukan masalah, kau menutup mata.

Semua berawal dari lekat bola mata hitam mu,
bukan dari gerak mu.

Jatuh dan Cinta

Redaksi smnindonesia


Jatuh dan cinta


Ia patah
Hatinya berdarah
Langkahnya melemah
Ia lelah
Selalu jatuh
Pada lubang yang tak nampak
Pada hati yang tak memihak
Apakah dia mampu berdiri
Tanpa alas kaki 
Diatas batu berduri ?

Oleh : Ninuk Purnaningsih

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib