Ayo bergabung bersama kami sekarang !

Isi formulir

Selasa, 13 Februari 2018

Redaksi smnindonesia


Jangan, hentikan...
Mengapa gerangan murung dan menangis, 
Tak sudi mata ini tuk menatap air mata yang menetes,
Tak jua sudi tangan ini tuk menyerka raut tertekuk wajah indahmu.
Bagi padaku jika semua terlalu sakit,
Beri padaku jika semua terlalu menyiksa.


engkau kasihku, yang selalu ku jaga
Tak satu alasan yang pantas tuk membuatmu terluka 
Tak satu alasan yang pantas tuk membuatmu berduka.
katakan siapa, biar ku berikan takdir yang bahagia, kan ku sembuhkan luka kan ku berikan asa.


sayangku,
jangan lakukan pada ragamu yang anggun,
Hentikan untuk jiwamu yang lembut.
biarkan semua berlalu dan lupakan,
semua hanya kerikil untuk membuatmu semakin menawan.
semua hanya semu untuk membuatmu semakin rupawan.

Dhiya Aprilia

Kemenakan Yang Tampan Dan Cantik

Redaksi smnindonesia


Kemenakan Yang Tampan Dan Cantik

Oleh : I Wayan Budiartawan

Hatiku terhibur di rumah
Saat kemenakan datang
Laki perempuan menggugah semangat
Aku membujang tapi bahagia

Kemenakanku yang sulung gadis
Beranjak dewasa baru masuk universitas
Dia abdikan hidupnya untuk fisioterapi
Bersama pemuda tampan idolanya

Yang laki-laki terkecil
Bangga dengan sepeda hadiah mamanya
Bermimpi tentang masa depannya
Di desa menjadi petani sederhana

Kemenakan laki-laki satunya sangat pintar
Mulai belajar naik motor dengan gagahnya
Anak kecil harapan keluarga
Penerus tahta yang akan datang

Hidup Berdua Dengan Ayah

Redaksi smnindonesia

Hidup Berdua Dengan Ayah

Oleh : I Wayan Budiartawan

Ayahku sudah berumur tua
Tubuhnya renta dan tenaganya menurun
Dia hanya bisa mengambil kayu bakar
Untuk memasak sehari-hari

Ayah mempersiapkan makanan untukku
Beras sumbangan dari balai desa
Serba kekurangan memang hidup kami
Sawah terjual sebagian untuk berobat

Tahun-tahun berlalu sejak aku lumpuh
Ayah mengerjakan pekerjaan dapur
Mengganti pakaian yang kotor
Mencuci bersih pakai air ledeng

Ayah tidak pernah mengeluh
Tabah menghadapi penyakitku
Sabar melaksanakan kewajiban
Hingga aku terurus dan terawat baik

Budi Baik Teman Sekolah

Redaksi smnindonesia

Budi Baik Teman Sekolah

Oleh : I Wayan Budiartawan

Teman-teman mengulurkan tangan
Memberi bantuan beramai-ramai
Sungguh penuh perhatian
Saat diriku dirundung kemalangan

Aku bermukim di kampung
Teman-teman datang dari kota
Semua sekarang telah separuh baya
Simpati mengalir dari kawan seperjuangan

Teman kuliah menyisihkan penghasilan
Masing-masing mengumpulkan uang
Buat tabungan  hari tua
Untukku karena tidak dapat bekerja

Foto-foto kenangan semasa sekolah
Kembali dibuat dengan situasi kini
Saat aku duduk dikursi
Dengan kaki lumpuh menunggu sore

Dua Puluh Tahun Pembaringan

Redaksi smnindonesia

Dua Puluh Tahun Pembaringan

Oleh : I Wayan Budiartawan

Aku tergolek di kasur tua
Kakiku lumpuh tak bisa bergerak
Dua puluh tahun lamanya 
Aku menderita sakit jiwa dan saraf

Ketika itu suhu tubuhku meninggi
Tiga hari lamanya tak kunjung reda
Kemudian badanku lemas
Tidak bisa berdiri dan berjalan

Aku digotong ke rumah  sakit
Selama tiga bulan aku menghuni bangsal
Dokter perawat menghibur dan membesarkan hati
Penyakitku tidak bisa pulih 

Kini hari-hari penuh kenangan
Hidup sebagai lelaki cacat
Kugoreskan pena dan kisahku mengalir
Kututurkan pada handai taulan


Sabtu, 10 Februari 2018

Alunan Lagu

isma hidayati

Alunan Lagu

Kau diam
Tertawapun tidak
Bagaimana aku tahu
Tapi tak mengapa
Akupun juga tidak
Tidak akan pernah tahu
Apa isi hatimu
Beku...
Ya memang tapi tak selalu membeku
Bekas dari luka juga bisa hilang
Memandang bayangmu seakan hilang
Yang terucap hanya seperti sinar hilang
Mungkin ini bukanlah lagu
Aku hanya ingin kamu tahu
alunan lagu
Yang membawaku
Pergi bersamamu

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib